Cerpen dalam Bahasa Inggris

 MAGIC ANTIQUE GLASS

One day, a boy named Aden ws walking home alone after school. Along the way, he gazed at his surrounding, and a curious thought crossed his mind. ” What if the objects around me could actually talk? ” Aden wondered. He continued his walk, his min spinning with endless passibilities. Suddenly, in the middle of his path, he spotted an antique mirror lying on the ground, its owner nowhere to be found. The mirror was remarkably unique, adorned with intricate brownish patterns that captivated him. Driven by curiosity, Aden decided to pick it up and bring it home. Once he arrived, he didn’t say a word to his mother about the mirror he had found. Instead, he quietly tucked the antique mirror away, hiding it on top of the wardrobe in his bedroom.

One night, inside his room, he began to examine the mirror once again. ” I wonder who this antique mirror actually belongs to? ” Aden muttered to himself. By chance, he noticed a tiny button hidden on the back of the mirror. ” Whoa, i didn’t know a mirror could have a button. Let’s press it! ” Aden said.
And BOOMM!! Instantly, Aden was thrown back and woke up in a place he had never seen before. His body had shrunk, and the objects around him had become giants. Suddenly, he gasped in shock – a stuffed rabbit was talking and walking toward him! ” who are you, Don’t come any closer! ” Aden cried out in fear. The rabbit replied, ” welcome to the fantasy world, where all objects cas speak and move just like humans. ” The stuffed rabbit tried to approach him genty, attempting to calm Aden down. ” Don’t worry, you ‘ll be safe here. Come and play with me “. The rabbit said. The stuffed rabbit the led Aden on a tour arround the fantasy world. Aden was delighted by the sights ; he saw dolls and togs going about their activities just like people do in his own world. ” As it turns out, seeing dolls talk and move isn’t as scary as i thought “. Aden remarked. As they wondered, a giant tree greeted Aden with a warm smile. ” Hello there “. Said the great tree. Aden was slightly startled, but the rabbit urged him to keep following. The two of them had a wonderful time, cheering and laughing as they played together. They went on various rides, from towering attractions to see swas. After they finished playing, they sat down to rest for a moment. Suddenly, the stuffed rabbit looked at the watch on its wrist, and its face turned sad. ” Aden, it’s time for you to return to you world “. The rabbit said softly. ” But i still want to be here! I want to keep having fun with you “. Aden protested. ” Your World and mine are different, Aden. You must go back now ; our time together has come to an end “. The rabbit replied. They embraced each other, tears streaming down their faces. Though his heart was heavy, Aden knew he had no choiche but to return home.

Finally, the stuffed rabbit led Aden to a much larger version of the antique mirror. The rabbit smiled, tears glistening in its eyes as Aden gave it one last hug. They shook hands, marking their final goodbye. ” Thankyou, Aden. Take care of yourself in your World. This is for you “. The stuffed rabbit said, handing himt a gift. ” yoo too ” . Aden replied soft. ” Now, hurry back to your world. Stand in front of the antique mirror and close your eyes, Aden “. The rabbit instructed. Aden followed the rabbit’s command. Then – BOOOMMM! Aden suddenly woke up in his own bed. A small smile spread across his face as he looked wond and saw the neklace given to him by the stuffed rabbit.

Terjemah dalam Bahasa Indonesia:

 KACA ANTIK AJAIB

Suatu hari, ada seorang anak laki-laki bernama Aden berjalan sendirian setelah sepulang sekolah. Di tengah perjalanan, ia melihat ke arah lingkungan sekitarnya. Sempat terfikirkan ” Bagaimana jika benda – benda disana dapat berbicara? ” kata Aden.
Lalu ia harus berjalan dengan fikiran yang tak kunjung selesai. Lalu tiba tiba di pertengahan jalan ia menemukan sebuah kaca antik yang ntah punya siapa. Kaca antik tersebut sangat unik dengan corak warna yang kecoklatan sehingga membuat Aden membawa kaca antik tersebut pulang. Sesampainya dirumah, ia tidak memberi tahu ibu, jika ia telah membawa kaca antik yang bukan miliknya. Ia simpan kaca antik tersebut di atas lemari dalam kamarnya.

Suatu malam, di dalam kamarnya ia mencoba kembali mengamati kaca tersebut. ” Kira – kira ini punya siapa ya? ” kata Aden. Lalu tak sengaja ia melihat tombol kecil di belakang kaca tersebut. ” Uwih baru tahu aku kalo kaca ada tombolnya juga, pencet ah “,Kata Aden. Dan BUMMM…. seketika Aden terpental dan terbangun dengan lingkungan yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Tubuhnya berubah menjadi kecil dan benda benda di sekitar nya menjadi sangat besar. Lalu tiba tiba ia terkejut, ada sebuah boneka kelinci yang dapat berbicara dan menghampiri Aden yang sedang kebingungan. ” Siapa kamu, jangan mendekatiku”, Kata Aden. Lalu kelinci itu menjawab ” selamat datang di dunia fantasi, dimana semua benda dapat berbicara dan bergerak selayaknya manusia ” , kata boneka kelinci. Lalu boneka kelinci mencoba untuk mendekati dan menenangkan Aden agar lebih tenang. ” Tenang saja, kamu di sini akan baik – baik saja, mari bermain denganku “, kata boneka kelinci. Lalu boneka kelinci mengajak Aden berjalan mengelilingi dunia fantasi, Aden sangat senang melihatnya. Dan Aden melihat para boneka sedang melakukan aktivitas seperti di dunianya. ” Ternyata melihat boneka bisa berbicara dan bergerak tidak semenyeramkan itu ” , kata Aden. Namun ketika ia berkeliling dengan boneka kelinci tersebut, sebuah pohon besar menyapa Aden dengan senyuman. ” HAIII ” kata pohon besar. Aden pun sedikit terkejut. Lalu boneka kelinci meminta Aden untuk terus mengikutinya. Boneka kelinci dan Aden berseru – seru disana, mereka berdua sangat senang bermain, mereka berdua menaiki beberapa permainan seperti wahana tinggi, jungkat jungkit dan lain lain. Setelah mereka bermain, mereka beristirahat sebentar. Dan ketika boneka kelinci melihat jam yang ada ditangannya lalu ia bersedih. ” Aden, udah saatnya kamu kembali ke duniamu ” kata boneka kelinci. ” Aku masih ingin di sini, masih ingin berseru – seru ” Kata Aden. ” Dunia mu dengan dunia ku berbeda, Aden. Kamu harus segera kembali ke duniamu, waktu bersama kita telah habis ” Kata boneka kelinci. Lalu mereka berpelukan dan saling menangis. Mau tidak mau Aden harus kembali ke dunianya.

Dan akhirnya boneka kelinci mengantarkan Aden sampai di depan kaca antik dengan bentuk yang lebih besar. Boneka kelinci tersenyum dan meneteskan air mata didepan Ade, Lalu Aden memeluknya. Dan akhirnya mereka bersalaman bentuk perpisahan mereka. ” Terimakasih Aden. Baik – baik di dunia mu, ini untukmu ” Kata boneka kelinci. ” Kamu juga ya ” Kata Aden. ” Segeralah kembali ke duniamu, berdirilah di depan kaca antik tersebut, pejamkan matamu, Aden ” Kata boneka kelinci. Dan DUMMM….. Aden pun terbangun di atas tempat tidurnya. Lalu Aden pun tersenyum kecil mengingat kalung pemberian boneka kelinci.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Prestasi Literasi

    a. Juara  2 GLS Kabupaten Lumajangb. Juara 1 KIR Dinas Pertanian Kabupaten Lumajangc. Juara 1 KIR MGMP IPA Kabupaten Lumajang

    Baca selengkapnya...

    Program Literasi

    1. Program Literasi Inti: Jurnal Baca 15 Menit (Tahap Pembiasaan) Aspek Deskripsi Implementasi Waktu Pelaksanaan 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai setiap hari. Bahan Bacaan Buku non-pelajaran (fiksi, non-fiksi, motivasi, sejarah, dll.) yang dibawa siswa dari rumah atau dipinjam dari perpustakaan/pojok baca kelas. Kegiatan Inti Membaca dalam hati (membaca mandiri) atau sesekali Membacakan Nyaring

    Baca selengkapnya...