Satu Payung di Bawah Langit
Dibuat oleh : Havizah Maulida IX A
Hujan turun deras di pagi yang seharusnya cerah. Matahari yang seharusnya muncul , sekarang tertutup awan. Pagi itu sekolah sudah terguyur hujan. Shabitha berjalan kaki dan menatap langit, ia tak membawa payung. Mobil dan motor semua melaju sangat cepat hingga banyak percikan air yang terkena shabitha. Ia berlari karna tak membawa payung, ia memeluk tasnya agar buku nya tak terkena air hujan. Ia berharap hujan akan reda, namun hujan semakin deras.
Di tengah hujan yang deras ada anak laki laki yang benama Javas yang membawa payung transparan besar. Javas menghampiri shabitha “eh, ayo bareng dari pada lu kehujanan” ucapnya dengan malu malu kucing. Shabitha sebenarnya malu mengiyakan ajakan Javas karna mereka tak dekat, tapi Shabita juga tak mau kehujanan jadi Shabitha meng iyakan ajakannya.
Di tengah hujan, di dalam payung Shabitha dan Javas bercakap cakap ringan tentang hal kecil yang tidak penting. Mereka bercakap tentang guru yang menyabalkan, teman yang asik, hewan yang lewat, bunga yang layu dan masih banyak lagi. Hingga tanpa mereka sadari mereka sudah sampai di gerbang sekolah.
Setelah di sekolah Sabitha berterimakasih pada javas ” Thank u ya Javas “Javas pun membalasnya ” urwell Sha ” Shabitha selalu lupa membawa payung tapi untungnya ada temannya yang baik yaitu Javas ia menyelamatkan Shabitha dari hujan.
Bel berbunyi nyaring, memutus momen singkat di gerbang sekolah itu. Javas melambaikan tangan sebelum berlalu mrnuju kelasnya. Saat Shabita hendak melangkah, ia menyadari sesuatu javas sengaja memiringkan payung agar shabita tidak basah terkena air hujan karna bahu kanan javas basah terkena air hujan. Shabita tersenyum kecil sambil memeluk tas nya dan menlanjutkan langkahnya ke kelas dengan bahagia.