DI PELATARAN WAHYU
Karya: Cheril Vidia Nur Fitri
Di bawah langit ramadhan yang teduh,
kita belajar mengeja lapar dengan bahasa rindu.
Perut kosong hanyalah semangat yang lusuh.
Saat malaikat menabur benih cahaya yang bermutu.
Saat raga melemah di siang hari,
Di situlah jiwa menguatkan cahayanya.
Sambil melatih kesabaran sang rohani,
Dalam menahan sang dahaga.
Semua ini hanyalah bencana yang fana,
yang akan terbelah saat adzan maghrib membelah kesunyian.
Namun, ilmu yang didapatkan saat berpuasa,
adalah hikmah yang spesial di pelataran.
Dunia ini adalah dahaga yang panjang,
dan ilmu adalah madu yang tak pernah mengering.
Maka biarlah semua ini mendidikmu tentang kefanaan,
agar kau tahu bahwa ilmu adalah jembatan satu-satunya untukmu,
yang akan membimbingmu menghadapi dunia,
hingga jiwamu sampai ke tangan sang pencipta.
Prestasi Literasi
a. Juara 2 GLS Kabupaten Lumajangb. Juara 1 KIR Dinas Pertanian Kabupaten Lumajangc. Juara 1 KIR MGMP IPA Kabupaten Lumajang