Gadis Hujan
Karya: Cheril Vidia Nur Fitri
Ia mematung di tengah hujan,
pada rintik yang melumat asanya.
Ia bersimpuh kepada Dewa Hujan,
memohon agar langit segera reda,
agar jiwa-jiwa menerbangkan asanya ke angkasa.
Ia begitu rindu mencumbu langit,
meskipun ia sadar sepenuhnya;
tak ada sayap yang tumbuh di punggungnya,
hanya bidang datar yang kaku,
selembar raga yang habis energinya.
Setelah seribu tahun, gaya gravitasi ‘kan terlelap,
menyisakan harapan yang melayang di sesak ketegangan kota.
Ia biarkan tubuhnya hancur berkeping-keping,
demi menembus harapan jiwa-jiwa yang telah gugur.