Kisah ini menceritakan tentang enam orang siswi yang terjebak di sekolah dalam suasana ganjil saat waktu berhenti di pukul 17.13. Keanehan mulai terjadi ketika satu per satu dari mereka menghilang secara misterius, menyisakan pesan-pesan gelap di dinding dan buku catatan yang merujuk pada sebuah insiden di laboratorium IPA.
Puncaknya, terungkap bahwa teror tersebut bukanlah gangguan hantu, melainkan manifestasi dari rasa bersalah dan penolakan (denial) Alya. Kenyataannya, kelima temannya telah meninggal dalam sebuah tragedi masa lalu di mana Alya tanpa sengaja mengunci mereka di dalam laboratorium. Sementara teman-temannya sudah “pulang” (meninggal dengan tenang), Alya tetap terjebak sendirian dalam trauma di pikirannya sendiri, tidak mampu menerima kenyataan pahit atas kehilangan tersebut.