Al-Qur’an ini bukan sekadar replika, melainkan karya seni religius yang dikerjakan dengan ketelitian tinggi.
-
Dimensi Fisik: Al-Qur’an ini memiliki ukuran yang sangat impresif, yakni panjang sekitar 240 cm, lebar 155 cm, dengan ketebalan mencapai 18 cm.
-
Bahan Baku: Kertas yang digunakan bukan kertas biasa, melainkan kertas khusus berkualitas tinggi yang didatangkan dari luar negeri agar tahan lama dan tidak mudah lapuk.
-
Penulisan: Seluruh ayat ditulis tangan (manuscript) menggunakan gaya kaligrafi Naskhi. Pengerjaannya memakan waktu cukup lama karena menuntut presisi dan kesucian dalam proses penulisannya.
-
Penyimpanan: Al-Qur’an ini diletakkan di dalam etalase kaca khusus di salah satu sudut utama Masjid Agung Lamongan. Biasanya, halaman Al-Qur’an ini dibuka secara rutin agar pengunjung dapat melihat keindahan khat-nya.
Tujuan Pembuatan
Kehadiran Al-Qur’an raksasa ini memiliki beberapa maksud dan tujuan yang mendalam bagi masyarakat Lamongan:
1. Simbol Syiar Islam
Sebagai masjid kebanggaan daerah, keberadaan Al-Qur’an ini menjadi simbol bahwa Lamongan adalah masyarakat yang religius dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta mencintai kitab sucinya.
2. Edukasi dan Literasi
Tujuannya adalah untuk menarik minat masyarakat—terutama generasi muda—agar lebih tertarik mempelajari Al-Qur’an. Ukurannya yang besar menjadi daya tarik visual yang memicu rasa ingin tahu tentang isi dan sejarah penulisannya.
3. Ikon Wisata Religi
Al-Qur’an raksasa ini menjadi magnet bagi wisatawan dari dalam maupun luar kota. Hal ini memperkuat posisi Masjid Agung Lamongan sebagai destinasi wisata religi utama di Jawa Timur, yang pada akhirnya berdampak positif pada ekonomi kreatif di sekitar masjid.
4. Pelestarian Seni Kaligrafi
Pembuatan Al-Qur’an raksasa ini merupakan bentuk apresiasi terhadap seni tulis tangan (khat). Di tengah era digital, karya ini membuktikan bahwa dedikasi manusia dalam menulis wahyu Tuhan secara manual tetap memiliki nilai estetika dan spiritual yang tak tertandingi.