Pagoda Lamp from Recycling Material

Decorative Pagoda Lamp

Dibuat oleh: Dwita Anisa Mardhiyah Salma (IXA)

   Have you ever wondered how a touch of ancient architectural charm could redefine the spirit of your modern workspace? This is a Decorative Pagoda Lamp. It is a desk decoration inspired by traditional Chinese buildings. The function is to make your room look more artistic, and you can also use it as a night lamp because it gives a soft, warm light.

  Even though it looks detailed, this pagoda is actually made from recycled cardboard. It has a medium size with a hexagonal shape. The color is red, which symbolizes good luck in Chinese culture. It’s more than just a lamp; it’s a piece of history and luck, mindfully crafted from materials we often overlook.

Translate:

     Pernahkah anda bertanya-tanya bagaimana sentuhan pesona arsitektur kuno dapat mendefinisikan kembali suasana ruang kerja modern anda? Ini adalah Decorative Pagoda Lamp. Sebuah dekorasi meja yang terinspirasi oleh bangunan tradisional Tiongkok. Fungsinya adalah untuk membuat ruangan anda tampak lebih artistik, dan anda juga dapat menggunakannya sebagai lampu tidur karena memberikan cahaya yang lembut dan hangat.

Meskipun terlihat detail, pagoda ini sebenarnya terbuat dari kardus daur ulang. Ukurannya sedang dengan bentuk segi enam (hexagonal). Warnanya merah, yang melambangkan keberuntungan dalam budaya Tiongkok. Ini lebih dari sekadar lampu, ini adalah potongan sejarah dan keberuntungan, yang dibuat dengan penuh ketelitian dari bahan-bahan yang sering kita abaikan.

 

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Prestasi Literasi

    a. Juara  2 GLS Kabupaten Lumajangb. Juara 1 KIR Dinas Pertanian Kabupaten Lumajangc. Juara 1 KIR MGMP IPA Kabupaten Lumajang

    Baca selengkapnya...

    Program Literasi

    1. Program Literasi Inti: Jurnal Baca 15 Menit (Tahap Pembiasaan) Aspek Deskripsi Implementasi Waktu Pelaksanaan 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai setiap hari. Bahan Bacaan Buku non-pelajaran (fiksi, non-fiksi, motivasi, sejarah, dll.) yang dibawa siswa dari rumah atau dipinjam dari perpustakaan/pojok baca kelas. Kegiatan Inti Membaca dalam hati (membaca mandiri) atau sesekali Membacakan Nyaring

    Baca selengkapnya...