Cerpen ~ Pelangi Masa Harapan (Karya dari Aidan Fakhri Alfarizqi IX-A)

>•~PELANGI MASA HARAPAN~•<

Di tengah-tengah keindahan alam Indonesia yang luar biasa, dengan ribuan pulau yang mempesona, hutan hujan tropis yang lebat, dan pantai-pantai yang indah, terdapat sebuah desa kecil yang bernama Desa Mekar, tempat tinggal bagi seorang anak laki-laki bernama Kevin, yang berusia 10 tahun, memiliki semangat yang tinggi, dan memiliki mimpi besar untuk menjadi seorang ilmuwan yang hebat dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.

Dia berkata ke ibunya, “Bu nanti kalau sudah besar aku boleh jadi ilmuwan?” kata Kevin. Dan ibunya menjawab, ” Boleh nak, asalkan kamu harus belajar lebih giat dan fokus agar kamu bisa menjadi yang terbaik”. ” Siap Bu aku janji akan belajar sungguh-sungguh”, kata Kevin dengan antusias semangat. 

Kevin memiliki rasa ingin tahu yang besar dan selalu bertanya tentang berbagai hal, mulai dari cara kerja mesin sederhana hingga rahasia di balik keindahan alam Indonesia, dan ia sangat suka mendengarkan cerita tentang kebudayaan Indonesia dan sejarah bangsa, yang membuatnya semakin mencintai tanah airnya dan ingin berkontribusi dalam memajukan bangsa.

Tapi, pada suatu hari ada seorang anak bernama Noval. Ia adalah anak yang kaya dan nakal dan juga suka mengganggu yang ada di sekitar sekolah. Ia tidak pernah mematuhi aturan yang ada di sekolah. Ia selalu berteman dengan teman gengnya di sekolah. 

Suatu hari, Kevin sedang makan di kantin dan Noval dengan sengaja menumpahkan makanannya Kevin dan dia berkata, “hai kamu! anak pintar! kok kamu belajar terus main lah sama kita-kita ini daripada kamu belajar terus” Kevin menjawab, “Belajar itu penting! apa salahnya kita menuntut ilmu! Kamu nggak mau jadi orang sukses? Dan Noval berkata, “Bodoh amat! aku maunya jadi nakal dan bergaya saja!”. Semua murid di kantin tertawa terbahak-bahak. Kevin merasa tertunduk malu saat mendengar hal itu. 

Setelah itu di kelas, Kevin dengan serius belajar di dalam kelas. Saat itu Noval menyembunyikan pulpen Kevin dan Kevin tidak melihat pulpennya dan mencarinya di setiap kolom meja murid. Dan gurunya berkata, “Kevin apa yang kamu lakukan? Dan Kevin berkata, “Saya sedang mencari pulpen saya, Bu” “haduh banyak alasan kamu! sudah sana duduk!, kata guru. Semua murid tertawa terbahak-bahak dan ia merasa sedih. 

Keesokan harinya, Kevin sedang duduk di taman sekolah. Dia sedang memikirkan sesuatu, “Huh, bagaimana caranya biar aku sukses dan bisa banggakan orang tua kalau seperti ini caranya, kata Kevin. Ia sangat sedih dan memikirkan yang lain. “Bagaimana jika aku tidak sukses dan tidak bisa menggunakan orang tua ? pasti orang tuaku sedih dan kecewa. Aku merasa tidak percaya diri nantinya. Aku harus bagaimana?, gumam dalam hatinya.

Saat itu, matahari bersinar terang dan burung-burung berkicau di sekitarnya, Kevin melihat pelangi muncul di langit setelah hujan, dan ia merasa terpesona oleh keindahan warna-warna pelangi yang membentuk busur besar di langit, dengan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, dan ungu yang sangat indah dan mempesona. Dia menjelajahi semua perjalanan indah di sana dia mengamati semuanya dia mengambil inspirasi dari pelangi tersebut dan menunjukkan ia belajar akan sesuatu hal yang baru baginya.

Kevin merasa bahwa keindahan pelangi adalah simbol harapan dan semangat bagi dirinya dan masyarakat Indonesia, dan ia ingin menciptakan sesuatu yang dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat, sehingga ia mulai membaca buku-buku tentang sains dan teknologi, serta mencari informasi tentang inovasi-inovasi terbaru yang dapat membantu masyarakat Indonesia.

Dalam perjalanannya mencari pengetahuan dan pengalaman, Kevin bertemu dengan seorang sahabat baru bernama Clara, yang merupakan seorang anak perempuan yang kreatif dan suka menggambar, ia cantik dan juga ramah dan juga suka bergaul serta mereka berdua langsung akrab. Dia mulai berbagi mimpi dan cita-cita, serta bekerja sama dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Clara berkata, “mulai hari ini kamu akan jadi sahabatku untuk hari ini dan seterusnya dan kita akan bersama-sama menciptakan inovasi baru, kamu mau tidak?”. Kevin berkata setuju dengan permintaan itu tapi ia ragu “apakah yakin dia menjadi temannya dan mau membantuku menjadi orang yang sukses dan mau menjadi sahabat selamanya?” Dan saat itu, benar Clara itu memang anak yang baik hati, suka menolong, dan menghormati setiap guru. Kevin berkata dalam hatinya, “Hmm, baiklah mungkin aku akan berteman dengannya untuk selamanya karena aku lihat dari sikapnya baik sekali dia udah cantik, ramah, dan sopan terhadap guru. Aku berjanji akan terus menemaninya selalu dan bermain dengannya, kata Kevin. 

10 tahun kemudian, Kevin berhasil mewujudkan impian di universitas negeri di Indonesia dan menerima jurusan TIK, sedangkan Clara meraih di universitas di Singapura dan dia menerima jurusan bidang sains dan juga teknologi. Sedangkan Noval dia tidak meraih apapun. Dia begitu menyesal dan kecewa karena tidak bisa banggain orang tua.

Saat itu, mereka kaget pada saat bersamaan mereka bertemu dan mereka senang sekali bertemu “hai apa kabar sudah lama kita tidak ketemu!, kata Kevin. “Iya aku kangen sama kamu!, kata Clara. “Ayo kita membuat inovasi baru bersama-sama untuk masyarakat!, mereka berdua berkata bersamaan.

Kevin dan Clara memulai proyek inovasi untuk menciptakan sistem pengolahan air bersih yang sederhana dan efektif, yang dapat digunakan oleh masyarakat desa, dan mereka menggunakan bahan-bahan yang tersedia di desa dan bekerja sama untuk menciptakan prototipe, serta melakukan percobaan dan pengujian untuk memastikan bahwa sistem yang mereka ciptakan efektif dan aman digunakan.

Setelah beberapa kali percobaan dan pengujian, Kevin dan Clara berhasil menciptakan sistem pengolahan air bersih yang efektif dan dapat digunakan oleh masyarakat desa, dan mereka merasa bangga dan bahagia karena dapat membantu masyarakat, serta membuktikan bahwa dengan kerja sama dan semangat, mimpi dapat terwujud.

Kevin dan Clara mempresentasikan proyek inovasi mereka di sekolah, dan mereka menjelaskan bagaimana sistem pengolahan air bersih dapat membantu masyarakat desa, serta menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru dan teman-teman mereka, dan presentasi mereka sangat sukses dan mendapatkan perhatian dari banyak orang.

Selain itu, mereka berdua berhasil menciptakan sebuah robot AI untuk membantu pekerjaan manusia lebih cepat dan lebih mudah. Masyarakat sangat senang dan bertepuk tangan atas hasil mereka berdua ini. Dan kepala desa kagum atas hasil inovasi yang dikerjakan oleh mereka berdua ini.

Kevin dan Clara menerima penghargaan dari kepala desa karena inovasi mereka yang bermanfaat bagi masyarakat, dan mereka merasa bangga dan bahagia karena dapat membantu masyarakat, serta membuktikan bahwa anak-anak Indonesia dapat menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.

Tiba-tiba, ada kameramen TV datang, ingin wawancara di desa ini dan mereka berdua bilang, “Saya dan Clara ingin sekali mengucap kan terima kasih karena telah mengapresiasi atas hasil kerja kami semoga hasil inovasi kami ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kita semua dan semoga bisa membantu untuk menuju masa depan yang lebih baik” . Orang-orang masyarakat bertepuk tangan dengan antusiasnya. Dan ibunya Kevin, terharu atas apa yang dibilang Kevin itu membuat kedua orang tuanya bangga sekali atas inovasi itu dan berkata, “nak, selamat ya kamu sudah jadi anak sukses dan bagaimana orang tua terima kasih ya Allah untuk anakku…”.

Kevin dan Clara terus bekerja sama dalam menciptakan inovasi-inovasi lainnya, dan mereka menjadi contoh bagi anak-anak lain di desa untuk mengejar mimpi dan cita-cita, serta membuktikan bahwa dengan kerja sama dan semangat, mimpi dapat terwujud, dan senandung pelangi di langit menjadi simbol harapan dan semangat bagi mereka dan masyarakat Indonesia.

Dalam perjalanan hidup mereka, Kevin dan Clara akan terus menciptakan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta menjadi contoh bagi anak-anak lain untuk belajar inovasi baru, menciptakan karya baru, mengejar mimpi dan cita-cita, dan senandung pelangi di langit yang merdu akan terus menjadi simbol harapan impian serta semangat bagi mereka dan masyarakat Indonesia, serta menginspirasi ide anak-anak lain untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat untuk menuju masa depan yang lebih baik dan seterusnya.

Dengan demikian, cerita tentang Kevin dan Clara menjadi contoh bagi anak-anak Indonesia untuk mengejar mimpi dan cita-cita, serta membuktikan bahwa dengan kerja sama dan semangat, mimpi dapat terwujud, dan senandung pelangi di langit menjadi simbol harapan dan semangat bagi anak-anak Indonesia untuk menciptakan perubahan positif bagi masyarakat dan satu hal yang sangat penting yaitu, “Belajar adalah jendela dunia, kesuksesan itu datang dari belajar”.

Pesan moral yang dapat kita ambil dari cerita ini adalah pentingnya kalian belajar dengan sungguh-sungguh Karena itu adalah kunci kesuksesan kita untuk menuju masa depan, jangan meremehkan orang yang kurang dari kita mungkin kita nggak sadar atas hal itu dan suatu harinya mereka pasti akan gagal tapi pada kenyataannya pasti sukses yakin percaya pada dirimu sendiri kalau kita tidak percaya diri pasti kita akan susah lupa akan hal baru dan yang paling penting jangan suka mencelakai orang lain karena itu perbuatan buruk dan bisa menyebabkan kegagalan nanti di masa depan yang akan datang. 

Jadi kesimpulannya adalah kalian harus menjadi orang yang senantiasa belajar yang sungguh-sungguh agar bisa menjadi orang yang sukses dan juga bisa banggain orang tua dan janganlah jadi anak yang nakal jadilah anak yang baik hormati orang tuamu hormati gurumu semuanya itu bertemanlah dengan teman yang baik dan jangan memilih-milih teman nanti bisa jadi suatu permusuhan.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Prestasi Literasi

    a. Juara  2 GLS Kabupaten Lumajangb. Juara 1 KIR Dinas Pertanian Kabupaten Lumajangc. Juara 1 KIR MGMP IPA Kabupaten Lumajang

    Baca selengkapnya...

    Program Literasi

    1. Program Literasi Inti: Jurnal Baca 15 Menit (Tahap Pembiasaan) Aspek Deskripsi Implementasi Waktu Pelaksanaan 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai setiap hari. Bahan Bacaan Buku non-pelajaran (fiksi, non-fiksi, motivasi, sejarah, dll.) yang dibawa siswa dari rumah atau dipinjam dari perpustakaan/pojok baca kelas. Kegiatan Inti Membaca dalam hati (membaca mandiri) atau sesekali Membacakan Nyaring

    Baca selengkapnya...