Prasasti di Atas Awan
Maulidia Nur Rohma
Aku adalah batu yang membeku dalam doa,
Menjulang tinggi di antara samudera dan angkasa.
Lombok adalah hamparan sajadahku,
Dan awan-awan adalah jubah putih yang membalut tubuhku.
Lihatlah ke bawah, ke arah Segara Anak,
Di sana, biru langit dan hijau toska saling berpeluk erat.
Airnya adalah air mata kedamaian,
Tempat segala lelahmu kau larung dalam ketenangan.
Warna kuning lembut pada sabanaku adalah karpet bagi langkahmu,
Dan cakrawala biru muda adalah batas bagi segala ragumu.
Jangan datang hanya untuk menaklukkan puncaknya yang berpasir,
Datanglah untuk mendengarkan bisikan angin yang tak pernah berakhir.