Proyek Ecoprint Pounding Dalam Rangka Mengintegrasikan Seni, Angka, dan Kata

Kegiatan Ecoprint Teknik Pounding (teknik pukul) sangat efektif untuk mengintegrasikan Literasi (kemampuan memahami teks dan konteks) dan Numerasi (kemampuan menggunakan konsep matematika dalam kehidupan nyata).

Berikut adalah rancangan kegiatan Ecoprint Pounding yang dikaitkan dengan Literasi dan Numerasi untuk pembelajaran di sekolah:

1. Hubungan dengan Literasi

Literasi bukan hanya membaca buku, tapi memahami proses dan mendokumentasikannya.

  • Literasi Prosedural: Siswa membaca dan menyusun kembali urutan langkah teknis (Instruksi Kerja) mulai dari mordanting, penataan daun, hingga fiksasi.

  • Literasi Botani: Siswa mengidentifikasi nama ilmiah pohon di sekolah, karakteristik tulang daun (menyirip, menjari), dan kandungan tanin pada daun tersebut.

  • Literasi Naratif: Siswa menuliskan jurnal refleksi atau puisi pendek tentang motif yang mereka buat: “Mengapa memilih daun jati? Apa filosofi di baliknya?”

2. Hubungan dengan Numerasi

Ecoprint Pounding adalah laboratorium matematika terapan yang sangat kaya:

  • Pengukuran dan Perbandingan (Rasio): * Menghitung rasio larutan tawas (misal: 100 gram tawas per 1 liter air).

    • Menimbang berat kain untuk menentukan jumlah air yang dibutuhkan.

  • Geometri dan Simetri: * Mengukur luas bidang kain ($L = p times l$).

    • Menentukan titik tengah kain agar pola daun simetris.

    • Menghitung sudut kemiringan peletakan daun untuk estetika pola.

  • Estimasi dan Waktu: * Menghitung durasi pemukulan (pounding) per helai daun agar warna keluar maksimal namun serat kain tidak rusak.

    • Menghitung durasi fiksasi dan pengeringan berdasarkan suhu ruangan.

  • Analisis Biaya (Numerasi Ekonomi): * Menghitung modal bahan (kain, tawas, plastik) vs nilai jual produk jadi.


3. Implementasi Menggunakan IFP (Interactive Flat Panel)

Gunakan IFP sebagai pusat kendali proyek untuk memperkuat literasi-numerasi:

  • Tabel Kalkulator Numerasi: Buat tabel di Whiteboard IFP di mana siswa memasukkan berat kain, dan sistem otomatis menghitung jumlah tawas yang diperlukan (menggunakan fitur rumus sederhana atau kalkulator layar).

  • Pemetaan Pola Digital: Sebelum memukul daun di kain asli, siswa mencoba menyusun tata letak daun (foto daun) di layar IFP menggunakan fitur drag-and-drop untuk memastikan komposisi geometrisnya seimbang.

  • Visualisasi Data: Tampilkan grafik hasil percobaan: “Daun mana yang menghasilkan warna paling pekat setelah dipukul 100 kali?”

Melalui Ecoprint Pounding, siswa tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga melatih ketelitian Numerasi dalam menakar bahan dan ketajaman Literasi dalam memahami mekanisme alam.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

    Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

    Mendidik adalah memimpin,
    berkarya adalah bernyawa.

    Artikel Terkait

    Prestasi Literasi

    a. Juara  2 GLS Kabupaten Lumajangb. Juara 1 KIR Dinas Pertanian Kabupaten Lumajangc. Juara 1 KIR MGMP IPA Kabupaten Lumajang

    Baca selengkapnya...

    Program Literasi

    1. Program Literasi Inti: Jurnal Baca 15 Menit (Tahap Pembiasaan) Aspek Deskripsi Implementasi Waktu Pelaksanaan 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai setiap hari. Bahan Bacaan Buku non-pelajaran (fiksi, non-fiksi, motivasi, sejarah, dll.) yang dibawa siswa dari rumah atau dipinjam dari perpustakaan/pojok baca kelas. Kegiatan Inti Membaca dalam hati (membaca mandiri) atau sesekali Membacakan Nyaring

    Baca selengkapnya...