Menemukanmu di Antara Baris Kalimat
Karya : Mardlatillah Qoonita Ahmad IX A
Aku pernah bertanya pada buku-buku lama,
Tentang bagaimana mendefinisikan “indah”.
Apakah ia berupa taman yang mekar,
Atau sekadar senja yang tak pernah ingkar?
Lalu aku melihatmu,
Bukan sebagai kembang api yang riuh,
Tapi sebagai tenang yang pelan-pelan menyentuh.
Ada sesuatu di matamu yang tidak bisa dieja,
Seperti rahasia alam yang hanya ingin dibaca.
Katanya, keindahan seringkali fana,
Akan hilang ditelan waktu yang berkelana.
Tapi bagiku, melihatmu adalah jeda yang abadi,
Di tengah dunia yang berlari tanpa henti.
Aku tidak butuh metafora yang rumit,
Sebab bagiku, kamu adalah bukti,
Bahwa tuhan sedang tersenyum saat menciptakanmu,
Dan aku beruntung menjadi salah satu yang melihat itu.