Renjana di Seberang
Karya: Cheril Vidia Nur Fitri
Siang tanpa awan, malam tanpa bintang,
Surat yang terbang dari suatu tangan,
Mencoba menggapai jiwa yang di seberang.
Tak peduli cuaca apa itu,
Surat itu selalu terbang,
Bagai jiwa yang menggerutu,
Ingin memiliki hati yang mengambang.
Terbang tanpa terburu-buru,
Mencoba menangkap hati yang mengambang,
Dan mencoba menumbuhkan renjana di situ,
Sambil menunggu waktu yang mendukung.
Maka, dengan aroma mawar ini,
Kenali aku dulu.
Sebelum mulutmu meludahi,
Dan tanganmu merobek hatiku.
Aku yakin, suatu saat pasti akan tertangkap.
Aku yakin, renjana akan tumbuh dan menetap.